Tulis Tulus

bagaimanapun juga mereka menuliskannya dengan tulus…

  • RSS Blog inspirasi

    • Pindah Blog!
      Assalamu’alaikum Untuk tulisan-tulisan selanjutnya, silahkan dibaca di blog baru : rangkaikataku.blogspot.co.id Diantara tulisan baru yang sudah diposting : Menggenggam Cahaya (bag. 2) Serpih Kata di Sela Masa 14 Garis Manusia Tidak Sama Menggenggam Cahaya (bag.1) Terima kasih Wassalamu’alaikumFiled under: Uncategorized
    • Serpih Kata di Sela Masa 13
      14 Agustus 2013 Wahai para tentara yang mengumbar kedurjanaan di bumi Musa menjadi utusan, apa yang akan kau katakan jika Dia menanyakan peluru-peluru yang kau tembakkan? Ribuan orang terluka, ratusan lebih meregang nyawa, ini bukan pembubaran demi ketertiban, ini pembantaian! Dan sungguh Dia tak akan pernah melupakan hamba-hamba-Nya yang teraniaya… hasbunal […]
    • Terima Kasih Bunda
      Bunda, Memang, sekedar ungkap kata lewat pena tak akan pernah bisa membalas segala jasa. Tak akan ada yang menyangkal, sejak dalam kandungan hingga usia nanda yang menjelang tiga puluhan, tak terhingga pengorbanan yang telah bunda berikan. Terima kasih bunda, Atas taruhan nyawa saat melahirkanku ke dunia. Atas timangan kasih sayang dan didikan hingga ku bisa […]
  • RSS Pesan Hikmah

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Andai kau tahu, tahun ini Ramadhan terakhirmu….

Posted by tulistulus on August 8, 2008

Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu….

tentu engkau akan sibuk bersiap diri, engkau sibuk berzikir, tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu mendayu.. merayu.. kepadaNYA Tuhan yang satu..

Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu….
tentu shalatmu akan kau biasakan dikerjakan di awal waktu
shalat yang dikerjakan…., sungguh khusyuk lagi tawadhu’, tubuh dan qalbu menyatu memperhambakan diri menghadap Rabbul Izzati…
menangisi kecurangan janji innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin (sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan sekalian alam)..

Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu…
tidak akan kau sia siakan walau sesaat yang berlalu setiap masa..
tak akan dibiarkan begitu saja di setiap kesempatan juga masa yang terluang alunan Al-Quran bakal kau dendang.. bakal kau syairkan.. bakal kau lafadzkan

Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu…
tentu malammu engkau sibukkan dengan .. berqiyamullail.. sebagai upaya persiapan mendapatkan tarawih yang berkualitas kelak. Dengan mengadu.. merintih..
meminta belas kasih Sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU tapi aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU..

Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu…
tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang
ibumu…bapakmu…kakak adikmu…sahabat-sahabat yang kau kasihi…
sampaikanlah salam terindah dan senyuman termanis yang kau persembahkan bagi mereka

Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu…
tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir mempersiap diri..
rohani dan jasmani menanti-nanti jemputan Izrail di kiri dan kanan..
lorong-lorong redha Ar-Rahman Duhai Ilahi..

Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu…
jadikanlah ia Ramadhan paling berarti.. paling berseri..
menerangi kegelapan hati kami menyeru ke jalan menuju ridha serta kasih sayangMu Ya Ilahi..
semoga menjadi bekal mewarnai kehidupan kami di sana nanti
Namun teman…
tak akan ada manusia yang akan mengetahui apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi diri kita, atau bahkan umur kita tidak sempat sama sekali menyentuhnya…?
sungguh beruntung bagi yang mendapatkan hari-harinya dengan kemuliaan Ramadhan
Teman….
yang dapat kita lakukan sebagai seorang hamba hanyalah berusaha.., bersiap… bersedia..
meminta belasNYA agar Allah memberi umur bagi kta untuk mengecap manisnya Ramadhan,
dan andai benar Ramadhan tahun ini terakhir buat kita…
MARI KITA BERKACA SAMPAI SAAT INI, BEKALAN APA YANG TELAH KITA PERSIAPKAN UNTUK MENYAMBUTNYA ….?
HANYA KITA YANG BISA MENJAWAB
BENAR.. HANYA KITA YANG TAU

Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. Bantulah kami untuk melaksanakan puasa, melakukan shalat malam, menjaga lisan dan memelihara pandangan; dan jangan jadikan puasa kami hanya sekedar lapar dan dahaga. (Kitab Mafatihul Jinan)

(posted by Ahmad Fahem to me on july 11, 2008 10:32)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: