Tulis Tulus

bagaimanapun juga mereka menuliskannya dengan tulus…

  • RSS Blog inspirasi

    • Pindah Blog!
      Assalamu’alaikum Untuk tulisan-tulisan selanjutnya, silahkan dibaca di blog baru : rangkaikataku.blogspot.co.id Diantara tulisan baru yang sudah diposting : Menggenggam Cahaya (bag. 2) Serpih Kata di Sela Masa 14 Garis Manusia Tidak Sama Menggenggam Cahaya (bag.1) Terima kasih Wassalamu’alaikumFiled under: Uncategorized
    • Serpih Kata di Sela Masa 13
      14 Agustus 2013 Wahai para tentara yang mengumbar kedurjanaan di bumi Musa menjadi utusan, apa yang akan kau katakan jika Dia menanyakan peluru-peluru yang kau tembakkan? Ribuan orang terluka, ratusan lebih meregang nyawa, ini bukan pembubaran demi ketertiban, ini pembantaian! Dan sungguh Dia tak akan pernah melupakan hamba-hamba-Nya yang teraniaya… hasbunal […]
    • Terima Kasih Bunda
      Bunda, Memang, sekedar ungkap kata lewat pena tak akan pernah bisa membalas segala jasa. Tak akan ada yang menyangkal, sejak dalam kandungan hingga usia nanda yang menjelang tiga puluhan, tak terhingga pengorbanan yang telah bunda berikan. Terima kasih bunda, Atas taruhan nyawa saat melahirkanku ke dunia. Atas timangan kasih sayang dan didikan hingga ku bisa […]
  • RSS Pesan Hikmah

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Kepemimpinan… (3)

Posted by tulistulus on August 21, 2008

Wahai seseorang yang memimpin suatu kaum, yang diamanahi untuk mengurus urusan orang banyak, yang membawahi berbagai kalangan. Meski aku tidak di bawah kepemimpinanmu, meski kamu tidak mengurus urusanku, meski aku tidak berada di bawahmu. Izinkan aku ikut berharap dan merindukan atas nama seorang manusia yang menginginkan kebaikan untuk semua.

Aku ingin ikut berharap kamu bisa memenuhi amanah-amanah itu layaknya seorang muslim yang mukmin. Layaknya Muhammad saw yang berjiwa besar dan menyatu dengan umat. Layaknya Umar bin khatthab yang tegas pada kemungkaran dan penyimpangan anggaran, yang bisa lembut pada orang yang dizalimi, yang berbalut kesederhanaan meski ia mampu untuk kaya. Layaknya Umar bin abdul aziz yang berani merubah diri demi merubah negara, yang begitu takutnya kepada Allah, yang selalu berusaha untuk tidak menunda masalah-masalah negara.
Aku juga merindukan sosokmu menjadi sosok tegar dalam mengatakan kebenaran, melarang munkar sekecil apa pun itu. Kekuasaan kini ada di tanganmu, kamu berkesempatan mengubah segala kebijakan di tempatmu memimpin selama kamu mau dan berusaha untuk itu.

Aku menunggumu mengamalkan hadits Nabi, “Barangsiapa yang di antara kamu melihat kemunkaran, maka ubahlah dengan tanganmu (kekuasaanmu) dan apabila tidak mampu maka ubahlah dengan lisanmu dan apabila tidak mampu maka ubahlah/ingkarilah dengan hatimu dan itulah selemah-lemah iman.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: