Tulis Tulus

bagaimanapun juga mereka menuliskannya dengan tulus…

  • RSS Blog inspirasi

    • Pindah Blog!
      Assalamu’alaikum Untuk tulisan-tulisan selanjutnya, silahkan dibaca di blog baru : rangkaikataku.blogspot.co.id Diantara tulisan baru yang sudah diposting : Menggenggam Cahaya (bag. 2) Serpih Kata di Sela Masa 14 Garis Manusia Tidak Sama Menggenggam Cahaya (bag.1) Terima kasih Wassalamu’alaikumFiled under: Uncategorized
    • Serpih Kata di Sela Masa 13
      14 Agustus 2013 Wahai para tentara yang mengumbar kedurjanaan di bumi Musa menjadi utusan, apa yang akan kau katakan jika Dia menanyakan peluru-peluru yang kau tembakkan? Ribuan orang terluka, ratusan lebih meregang nyawa, ini bukan pembubaran demi ketertiban, ini pembantaian! Dan sungguh Dia tak akan pernah melupakan hamba-hamba-Nya yang teraniaya… hasbunal […]
    • Terima Kasih Bunda
      Bunda, Memang, sekedar ungkap kata lewat pena tak akan pernah bisa membalas segala jasa. Tak akan ada yang menyangkal, sejak dalam kandungan hingga usia nanda yang menjelang tiga puluhan, tak terhingga pengorbanan yang telah bunda berikan. Terima kasih bunda, Atas taruhan nyawa saat melahirkanku ke dunia. Atas timangan kasih sayang dan didikan hingga ku bisa […]
  • RSS Pesan Hikmah

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Pesan milad untuk sahabat

Posted by tulistulus on January 22, 2009

Apakah perputaran masa demikian cepat hingga kita tak bisa merasakannya? Seringkali jenak-jenak waktu itu berlalu tanpa kita nikmati, tanpa bisa kita maknai.
Sebuah pesan milad hanyalah nasehat yang diulang-ulang setiap tahunnnya. Sekedar untuk mengingatkan akan makin dekatnya kita pada sapaan kematian. Atau tentang urgensi pemanfaatan waktu yang sering terbuang.

Selagi ruh masih lekat dengan jasad, sebelum malaikat maut datang menjemput, sebelum ajal menjelma di depan mata … Tak ada salahnya kita menata ulang rencana-rencana kehidupan, memetakan cita-cita dan harapan masa depa. Agar hidup ini lebih punya arah dan nantinya bisa bermuara di tempat yang tepat lagi bermanfaat.
Jangan lagi kita menjadi manusia kerdil, manusia kecil yang kata Sayyid Quthb, manusia yang hidup untuk dirinya sendiri. Manusia yang tidak peduli pada milliu yang ia tinggali.

Saat kita bisa menjadi besar dan menjadi manusia yang selalu dikenang penduduk langit, kenapa tak kita coba untuk wujudkan? Mengapa kita tidak mencoba menggapai tempat terhormat itu?

Ketika kehidupan kita bukan lagi milik kita sendiri. Ketika waktu luang, harta benda, jiwa raga, akal pikiran, dan segala yang ada pada diri kita menjadi bara pembakar bagi sebuah peradaban. Alangkah nikmatnya sebuah pengorbanan untuk manusia dan menjadi martir dalam perang kehidupan demi tegakkan panji kemenangan. Maka menjelmalah kita menjadi manusia besar.

Kalaupun itu terlalu tinggi untuk dicapai, maka cukuplah tangan dan lisan kita berhenti menyakiti. Cukuplah hati ini bersih dari dengki. Cukuplah raga dan jiwa ini patuh mengabdi pada Ilahi.

Kalaupun kita tak mampu memberi banyak manfaat bagi manusia, dan tak bisa mencipta sebuah, dua buah karya, cukuplah kehadiran kita tidak mencelakakan mereka. Cukuplah keberadaan kita tidak merugikan mereka.

Kalaupun kita tidak bisa menjadi “pahlawan” bagi orang lain, cukuplah kita menjadi pahlawan bagi diri kita sendiri, yang berhasil membawa diri dari gelap pada cahaya, dari maksiat pada taat, dari ingkar pada iman … Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: